Kasus Covid Global Meningkat, Arab Saudi Bakal Larang Jemaah Haji dari Luar Negeri

Foto: net, Ilustrasi gambar.

Centralnews – Jakarta, Lantaran meningkatnya kasus corona (Covid-19) secara global, Pemerintah Arab Saudi dilaporkan akan melarang kembali masuknya jamaah haji dari luar negeri tahun ini.

Selain itu, alasan lainnya juga karena pemerintah disebut kebingungan soal kemanjuran virus corona. Sehingga para pejabat berpikir ulang soal mengizinkan jamaah asing melakukan perjalanan suci itu.

Dilaporkan Reuters, pemerintah setempat tengah berpikir untuk hanya menerima jamaah haji domestik saja. Itupun harus sudah divaksinasi atau pulih dari Covid-19 setidaknya enam bulan.

“Pembatasan juga akan diterapkan ke usia peserta,” kata salah satu sumber Reuters dikutip Centralnews.co.id dari CNBC Indonesia, Jumat (7/5/2021).

Hal ini akan menjadi tahun kedua jamaah asing tak bisa pergi ke Tanah Suci jika aturan tersebut benar akan diberlakukan. Sebelum corona menyerang, sekitar 2,5 juta orang hadir setiap tahunnya untuk mengunjungi situs paling suci Islam di Makkah dan Madinah, sekitar US$ 12 miliar pendapatan untuk Arab.

Loading...

Hingga saat ini CNBC Indonesia masih meminta konfirmasi dari kedubes kedua negara termasuk Kementerian Agama. Namun belum ada konfirmasi lebih lanjut.

Sementara itu, Saudi Arabian Airlines, mengeluarkan pedoman dan persyaratan perjalanan untuk 38 negara di seluruh dunia. Pedoman ini dirilis setelah Kementerian Dalam Negeri mengumumkan mencabut penangguhan perjalanan internasional untuk kelompok tertentu mulai 17 Mei nanti. 

Masih mengutip dari CNBC Indonesia, melalui pedoman yang dipublikasikan di webnya, maskapai penerbangan nasional Arab Saudi tersebut mengatakan penumpang harus memeriksa kelayakan mereka sebelum terbang dan mendapatkan izin yang diperlukan. Penumpang harus mendapatkan sertifikat pemeriksaan medis PCR dari salah satu pusat pemeriksaan terakreditasi di negara kerajaan.

Namun Mereka meminta penumpang untuk terus memeriksa informasi terbaru dari sumber resmi sebelum melakukan perjalanan. Hal ini karena ketentuan dan pedoman akan diperbarui secara berkala tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Adapun Negara-negara yang termasuk dalam pedoman perjalanan maskapai selain Indonesia adalah Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Mesir, Kuwait, India, Pakistan, Filipina, Malaysia, Maroko, Spanyol, Irak, Ethiopia, Maladewa, dan China.

Kemudian, Swiss, Prancis, Inggris Raya, Italia, Austria, Bangladesh, Yunani, Yordania, Kenya, Turki, Jerman, Bahrain, Lebanon, Belanda, Qatar, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Sudan, Nigeria, Tunisia, Oman, serta Mauritius.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi sebelumnya menjelaskan tiga kategori warga yang dapat melakukan perjalanan di luar negara kerajaan. Pertama, warga yang mendapat dua dosis vaksin virus corona atau yang sudah lewat 14 hari setelah suntikan pertama vaksin.

Kedua, sudah sembuh dari infeksi Covid-19, dengan syarat telah menghabiskan waktu kurang dari enam bulan sejak terinfeksi. Ketiga, di bawah usia 18 tahun, dengan syarat mereka menyerahkan perjalanan polis asuransi yang disetujui oleh Bank Sentral Saudi.

Setelahnya, mereka yang melakukan perjalanan harus karantina rumah selama tujuh hari setelah kembali. Mereka juga diwajibkan tes PCR setelah karantina. Namun, anak-anak di bawah usia delapan tahun dibebaskan dari tes PCR. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here