Wali Kota Tangsel Nilai Penerapan Larangan Mudik Terlambat: Agak Sulit Cegah Masyarakat

Foto: net, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.

Centralnews – Jakarta, Pemberlakuan larangan mudik lokal di wilayah aglomerasi seperti jabodetabek dinilai terlambat. Hal ini lantaran sebagian besar warga telanjur mengetahui bahwa bepergian di dalam wilayah Jabodetabek tak dilarang pada periode larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Hal tersebut dikatakan oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie Benyamin saat ditemui di Balai Kota Tangerang Selatan, Jumat (6/5/2021).

“Iya karena sudah telanjur tahunya kan boleh di aglomerasi, dan mereka (bepergian) menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Benyamin saat ditemui di Balai Kota Tangerang Selatan dari Kompas.com, Jumat (6/5/2021).

Lebih lanjut, ia menuturkan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan hanya bisa mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatan dan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Menurutnya, sulit untuk mencegah atau menyekat pergerakan warga agar tidak mudik lokal atau bepergian di wilayah Jabodetabek.

“Ya sekarang kondisinya sudah begini. Agak sulit untuk mencegah masyarakat untuk tidak mudik lokal,” kata Benyamin.

Loading...

 “Yang kami harapkan mereka bisa menjaga kesehatan selama perjalanan dari tempat mudik sampai kembali ke (wilayah) kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito sebelumnya mengatakan, mudik di dalam wilayah aglomerasi (pemusatan kawasan tertentu) dilarang dilakukan pada 6-17 Mei 2021. Akan tetapi, pemerintah masih memperbolehkan beroperasinya kegiatan sektor esensial di wilayah aglomerasi.

“Untuk memecah kebingungan di masyarakat soal mudik lokal di wilayah aglomerasi, saya tegaskan bahwa pemerintah melarang apa pun bentuk mudik, baik lintas provinsi maupun dalam satu wilayah kabupaten/kota aglomerasi,” ujar Wiku dalam konferensi pers virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (6/5/2021). (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here