Tips Memulai Investasi untuk Minimalisir Potensi Risiko

Centralnews – Jakarta,  Dalam melakukan investasi, mengenali produk investasi bisa mencegah investor untuk meminimalisir potensi risiko yang bisa timbul dari produk investasi tersebut.

Hal tersebut dikatakan oleh CEO dan co-founder FUNDtastic Harry Hartono. Menurutnya masih banyak orang yang belum melakukan validasi sebelum mereka mulai investasi. Rasa cemas atau takut ketinggalan (fear of missing out/Fomo) menjadi penyebab utama para investor awam masuk tanpa mengenal produk investasi terlebih dahulu.

Selain itu, ajakan teman atau kerabat juga membuat sebagian orang mengabaikan langkah validasi tersebut.

“Jika setiap investor telah paham akan produk investasi, risiko, dan diri mereka sendiri, maka mereka akan lebih mudah mengalokasi besarnya porsi aset di setiap produk yang akan mereka pilih, dan bisa meminimalisir potensi risiko dari setiap aset,” katanya dikutip dari keterangan tertulis dikutip dari Kompas.com, Senin (24/5/2021).

Lebih lanjut, sebagai investor juga harus mengenali dirinya sendiri seperti tipe investor seperti apakah kita.

Loading...

Meski tak ada pembagian yang baku, Harry mengklasifikasi dua tipe investor secara garis besar.

Pertama, tipe value investor yakni investor yang berinvestasi pada aset yang memiliki nilai yang bagus dan bertumbuh. Umumnya, value investor tak terpengaruh pada Fomo maupun spekulasi, karena fokus untuk berinvestasi pada jangka panjang.

Lantaran tidak aktif melakukan transaksi dan pasif menunggu produk investasinya bertumbuh dan memberikan imbal hasil yang optimal value investor sering disebut juga sebagai passive investor.

Kemudian ada juga tipe investor yang berinvestasi pada aset yang dipengaruhi permintaan dan pasokan (demand dan supply), umumnya melakukan transaksi aset dalam jangka waktu yang lebih singkat dan bergantung pada momentum waktu dan spekulasi.

Investor tersebut tambahnya, bisa jadi tetap berinvestasi di aset investasi yang memiliki risiko dan imbal hasil yang lebih tinggi, seperti mata uang kripto.

Namun, mereka cenderung lebih bijaksana mengalokasikan porsi asetnya ke investasi lain yang juga minim risiko sehingga ada pembagian alokasi aset dan risiko. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here