Hanya 11 Negara yang Boleh Masuk Arab Saudi di Kuota Haji, RI Tak Masuk Daftar

Foto: net, Ilustrasi gambar.

Centralnews – Jakarta, Terkait penerimaan Jemaah haji, Pemerintah Arab Saudi memberikan sinyal kuat kebijakan pengetatan warga negara yang masuk ke Negaranya.

Meski demikian, Pemerintah Arab Saudi memang belum memberikan informasi resmi soal kuota haji Indonesia. Namun, Nasib jamaah haji Indonesia pada tahun ini bakal kembali seperti tahun lalu yang gagal berangkat haji.

Dalam cuitan akun twitter resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, 30 Mei 2021, @MOISaudiArabia, pemerintah Arab hanya membolehkan 11 negara yang masuk, dan Indonesia tak masuk dalam daftar.

Adapaun 11 negara tersebut adalah:

1. Amerika Serikat
2. Inggris
3. Irlandia
4. Italia
5. Jepang
6. Jerman
7. Prancis
8. Portugal
9. Swedia
10. Swiss
11. Uni Emirat Arab

Loading...

Mengutip dari CNBC Indonesia, Arab Saudi memang memperketat penerimaan jamaah haji untuk tahun ini dengan jamaah yang akan diterima yakni jamaah yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dari vaksin yang telah menerima Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO. Vaksin yang dimaksud adalah Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Indonesia saat ini sudah menggunakan AstraZeneca, itupun dalam jumlah terbatas. Sementara vaksin paling banyak yang digunakan di Indonesia, yakni Sinovac, perkembangan terbaru sudah mendapatkan EUL dari WHO.

Atas hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Indonesia tahun ini tidak dapat kuota keberangkatan jamaah untuk 2021.

“Sementara kita tak usah bahas (vaksin) itu dulu. Karena informasi terbaru yang kita dengar bahwa kita tak dapat kuota haji,” kata Dasco, Senin (13/5/2021).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily. Ia bilang memang informasi resmi soal kuota haji untuk Indonesia tahun ini belum disampaikan Arab Saudi.

“Indonesia memang tidak masuk dalam negara yang belum diizinkan masuk ke negara Arab Saudi. Jadi soal kuota, sampai sejauh ini belum ada informasi yang resmi disampaikan pemerintah Arab Saudi,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here