Wahidin Tegaskan Bisa Pecat 20 ASN Banten Yang Mengundurkan Diri

Centralnews – Serang, Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) memastikan dia bisa memecat 20 pejabat Dinkes yang mengundurkan diri, usai korupsi pengadaan masker KN95 untuk tenaga kesehatan (nakes) sebesar Rp 3,3 miliar, dengan kerugian Rp 1,680 miliar dibongkar Kejati Banten.

Alasan puluhan pejabat itu mengundurkan diri, lantaran Kadinkes, Ati Pramudji Astuti tidak bisa melindungi anak buahnya yang telah mengikuti perintah Ati. Kemudian, selama kepemimpinan dia, pegawai dinas kesehatan bekerja dibawah tekanan.

“Kita akan bahas segera apakah pengunduran dirinya karena tidak mau ikut berperang melawan covid-19 atau ada motif-motif lain, yang jelas kita akan analisa dan identifikasi melalui bukti-bukti hasil pemeriksaan, bisa saja kita pecat atau di nonjobkan,” kata Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH), dalam rilis resminya, Selasa (01/06/2021).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, Komarudin, mengaku belum memecat 20 pejabat Dinkes Banten. Lantaran baru memeriksa puluhan orang itu esok, Rabu, 02 Juni 2021.

Pemeriksaan dipimpin oleh Sekda Banten, Al Muktabar, selaku Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) dan Ketua pembina ASN, bersama Asda III dan Kepala BKD. Hasil pemeriksaan nantinya dilaporkan ke Gubernur Wahidin Halim.

Loading...

“Belum ada rencana pemecatan, semua akan diperiksa terlebih dahulu. Apa motif mereka mengundurkan diri dari jabatan yang diemban saat ini. Jadi belum ada pemecatan,” kata Kepala BKD Banten, Komarudin, dalam rilis yang sama, Selasa (01/06/2021). (Yandhi/TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here