Wapres Sebut PPKM Darurat untuk Lindungi dan Jaga Masyarakat dari Covid-19

Centralnews – Jakarta, Dalam pertemuan virtual Wakil Presiden RI dengan ulama dan tokoh agama Islam, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan kebijakan pengetatan yang dilakukan melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021 untuk melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19.

Wapres juga menyampaikan laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-terkait beberapa hal yang membuat kasus Covid-19 meningkat.

Diantaranya adalah kurang patuhnya masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, dan masih banyak masyarakat yang berkerumun seperti melakukan ibadah di rumah ibadah yang menyebabkan orang berkumpul.

“Itulah sebabnya pemerintah menerapkan PPKM darurat yang secara ketat untuk melindungi, menjaga masyarakat, dan umat jadi korban (Covid-19),” kata Ma’ruf Amin, dikutip dari Kompas.com, Senin (12/7/2021)

Ma’ruf mengatakan, mereka yang menjadi korban keganasan Covid-19 pun sudah banyak. Tidak hanya dari sektor kesehatan tetapi juga di bidang sosial yang menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan, menjadi miskin baru, dan ekonomi yang mengalami kemerosotan.

Lebih lanjut, banyak juga masyarakat yang belum mau dites, belum mau divaksin, bahkan ada yang masih berkeliaran meski sudah tahu dirinya positif Covid-19 dan tidak mau diisolasi. Hal itu pula yang mendorong pemerintah melakukan pengetatan. Ini termasuk pengetesan yang masif, penelusuran, dan tracing supaya agar orang positif Covid-19 tidak berkeliaran di mana-mana karena tidak diisolasi.

Loading...

“Jangan sampai kita kayak gunung es, atasnya sedikit tapi di bawah sebenarnya banyak karena belum dites atau belum bisa ditelusuri,” ujar Ma’ruf.  (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here