Bank Indonesia Selenggarakan Program Mengajar 2021 di Provinsi Banten

Centralnews – Serang, Kantor Perwakilan Bank indonesia (KPw BI) Provinsi Banten bekerja sama Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan Program Bank Indonesia (BI) Mengajar secara virtual bertajuk “Memperkuat Inovasi, Sinergi, dan Kepedulian Sosial Sebagai Kontribusi Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional”. 

Program ini diselenggarakan dalam rangka turut mendukung peningkatan pengetahuan generasi muda sebagai bagian dari memperingati HUT BI ke – 68 dan HUT RI ke-76. Selain dihadiri oleh Civitas Akademika Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, BI Mengajar juga diikuti oleh Civitas Akademika dari berbagai Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah Atas di Banten, Pesantren, Pelaku Usaha serta Masyarakat Umum.

Kegiatan BI Mengajar Banten diawali dengan sambutan Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd, yang mengapresiasi serta menyambut baik peran Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten dalam kegiatan BI Mengajar. Wawan Wahyuddin mengingatkan seluruh peserta bahwa maju mundurnya suatu bangsa tergantung dari dua hal yaitu aspek pendidikan dan ekonomi, oleh karena itu setiap orang harus senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan sesuai pedoman Al-Qur’an pada surat Al-Alaq ayat 1-5 agar dapat menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Wawan Wahyuddin juga menyampaikan harapan dan doa semoga mahasiswa Banten dapat membawa prestasi di level institusi hingga internasional dengan dukungan dan kerjasama KPw BI Banten, serta berharap kedua belah pihak terus maju serta diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Loading...

BI Mengajar kali ini menghadirkan narasumber Erwin Soeriadimadja – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dan dimoderatori oleh Elsa, M.Ak – Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin. BI Mengajar Banten diikuti oleh 600 peserta baik yang berasal dari Bank Indonesia, civitas akademika perguruan tinggi di Banten dan luar Banten, UMKM, institusi pemerintah, masyarakat umum dan perbankan. 

Erwin mengawali pemaparannya dengan menjelaskan tujuan kegiatan BI Mengajar agar masyarakat terutama generasi muda, milenial, mahasiswa memperoleh pemahaman lebih dalam tentang tugas dan peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter terkini termasuk bagaimana kebijakan dan sinergitas Bank Indonesia selama pandemi. 

Bank Indonesia memiliki tujuan tunggal yakni mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat 3 (tiga) pilar utama yang dilakukan yaitu: (i) menjaga stabilitas moneter supaya harga dan nilai tukar stabil dengan pertimbangkan pertumbuhan; (ii) menjaga stabilitas sistem keuangan supaya penyaluran kredit optimal, risiko sistemik terkendali dan inklusi keuangan meningkat; dan (iii) menjaga kehandalan sistem pembayaran untuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang sehat, berkesinambungan dan inklusif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan tersebut didukung oleh kebijakan pendukung berupa pendalaman pasar keuangan, ekonomi syariah, pengembangan UMKM, dan kebijakan internasional.

Bank Indonesia melakukan inovasi dan sinergi kebijakan dengan Pemerintah untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid- 19 melalui “1 (satu) prasyarat, 5 (lima) strategi”. Kondisi prasyarat dengan vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 sedangkan 5 (lima) strategi kebijakan meliputi: (i) pembukaan sektor produktif dan aman; (ii) percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran); (iii) peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran; (iv) stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial; dan (v) digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya UMKM.

Lebih lanjut dijelaskan sinergi bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terkait paket kebijakan terpadu untuk peningkatan pembiayaan dunia usaha, antara lain: (i) Moneter, dengan melanjutkan stimulus kebijakan moneter dan memperat stimulus kebijakan moneter dan fiskal; (ii) Makroprudensial, dengan melanjutkan kebijakan makroprudensial akomodatif, mendorong bank meningkatkan pembiayaan inklusif melalui kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makrfoprudensial (RPIM) dan mendukung pemulihan sektor-sektor prioritas melalui kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial Sektoral (RIMS); (iii) Sistem Pembayaran, dengan kebijakan sistem pembayaran yang diarahkan pada efisiensi transaksi, percepatan digitalisasi dan pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan yang inklusif.   

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat antara peserta dengan narasumber, seputar peran Bank Indonesia dalam mendorong perekonomian Indonesia, termasuk digitalisasi dan inovasi yang dilakukan.

Erwin Soeriadimadja menutup paparannya dengan menyampaikan closing statement yaitu di tangan mahasiswa masa depan ekonomi Banten akan bangkit sehingga mahasiswa harus tetap semangat walaupun saat ini belajar secara virtual, senantiasa optimis dalam memberikan yang terbaik untuk perekonomian. 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menyampaikan terimakasih kepada Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin atas kerjasama dalam penyelenggaraan acara BI mengajar, serta apresiasi setinggi-tingginya kepada hadirin yang telah hadir. 

Ke depan, Bank Indonesia akan terus bersinergi dengan Perguruan Tinggi dan stakeholders lain dalam rangka turut mendukung upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang semakin berkualitas dan berdaya saing. (Ka/TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here