Wakil Presiden Afghanistan Deklarasikan Diri Sebagai Presiden Sementara yang Sah

Foto: net, Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh.

Centralnews – Jakarta, Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh mendeklarasikan dirinya sebagai Presiden sementara Afghanistan yang sah. Hal tersebut dikatakannya usai Presiden Pemerintahan Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu ketika gerilyawan Taliban merebut ibu kota Kabul.

Dalam sederet cuitanya di twitter, Amrulloh Saleh menyatakan diri bahwa ia adalah Presiden sementara yang sah setelah menyebut Presiden Ghani yang melarikan diri sebuah kematian presiden.

“ Atas ketidakhadiran, melarikan diri, mengudurkan atau kematian Presiden, Wakil Presiden menjadi Presiden Sementara,” kata Amrullah Saleh melalui cuitannya di twitter @AmrullahSaleh2, Selasa (17/8/2021) waktu setempat.

Loading...

Amrullah juga mengatakan bahwa dirinya sedang berada di negaranya Afghanistan.

“Saya saat ini berada di Negara saya (Afghanistan) dan adalah Presiden sementara yang sah,” lanjutnya.

Dilansir dari Reuters, Amrullah Saleh megatakan dirinya berada di Afghanistan. Saleh mengatakan pada pertemuan keamanan yang dipimpin oleh Ghani pekan lalu bahwa dia bangga dengan angkatan bersenjata dan pemerintah akan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memperkuat perlawanan terhadap Taliban.

Tetapi negara itu jatuh ke tangan Taliban dalam hitungan hari, bukan bulan yang diperkirakan oleh intelijen AS. Dalam serangkaian tweet pada hari Selasa, Saleh mengatakan bahwa “sia-sia” untuk berdebat dengan Presiden AS Joe Biden, yang telah memutuskan untuk menarik pasukan AS.

‘Dia meminta Afghanistan untuk menunjukkan bahwa Afghanistan “bukan Vietnam & Talib bahkan tidak jauh seperti Vietkong,” dilansir dari Reuters, Rabu (18/8/2021).

Sebuah video orang Afghanistan yang putus asa mencoba naik ke pesawat militer AS saat akan lepas landas membangkitkan foto pada tahun 1975 orang-orang yang mencoba naik helikopter di atap di Saigon selama penarikan dari Vietnam.

Saleh mengatakan bahwa tidak seperti Amerika Serikat dan NATO “kami tidak kehilangan semangat & melihat peluang besar di depan. Peringatan yang tidak berguna sudah selesai BERGABUNG DENGAN PERTAHANAN.”

Saleh, yang keberadaannya tidak diketahui, mengatakan bahwa dia tidak akan pernah “dalam keadaan apa pun tunduk” kepada “teroris Talib.” Dia mengatakan dia “tidak akan pernah mengkhianati” Ahmad Shah Massoud, pemimpin Aliansi Utara yang dibunuh oleh dua mata-mata Al Qaeda sebelum serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here