Demonstrasi HUT Banten, Masyarakat Tuntut Tiga Poin Ke Pemprov

Centralnews.co.id

Centralnews – Serang, Aliansi masyarakat dari Bayah, Padarincang, Pulau Sangiang, Suralaya, PENA Masyarakat, Trend Asia, Kiara, Indonesia Resilience, LBH Pijar, Federasi Kebangkitan Buruh Indonesia, berdemonstrasi di Pintu Utama, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. 


Demonstrasi yang memeriahkan HUT Banten Ke-21 itu menuntut penghentian pembangunan industri ekstratif di Banten. Baik di hulu maupun hilirnya.


“Karena akan berdampak pada aspek kesehatan, ekonomi, sosial dan ekologi. Serta berikan hak pemulihan bagi masyarakat terdampak,” kata koordinator masa aksi, Aeng, dilokasi aksi, Senin, 04 Oktober 2021.


Massa aksi juga menolak perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K), yang akan menutup wilayah kelola dan tata ruang penghidupan bagi masyarakat pesisir untuk melaut.


Kemudian poin ketiga tuntutan mereka yakni, mencabut izin tambang dan pengembangan di wilayah adat dan juga di wilayah milik masyarakat.


Menurutnya, akan berakibat pada hilangnya sumber mata air bagi masyarakat dan menghilangkan, sumber pertanian warga.


“Serta menghilangkan nilai adat dan identitas masyarakat adat, yang dimiliki masyarakat Banten,” terang pria berambut gondrong ini. (Yandhi/TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here