BEM UNBAJA Soroti Polemik Perjanjian Kerja Sama Pembuangan Sampah Tangsel ke TPSA Cilowong

Plt.Wakil Presiden Mahasiswa (WAPRESMA) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Banten Jaya (UNBAJA) Idan Wildan.

Centralnews – Serang, Plt.Wakil Presiden Mahasiswa (WAPRESMA) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Banten Jaya (UNBAJA) Idan Wildan menyoroti kembali Perjanjian kerjasama pembuangan sampah antara Tangerang Selatan (Tangsel) dengan TPSA Cilowong Kota Serang yang sampai saat ini masih menjadi polemik di kalangan masyarakat dan pegiat lingkungan.

Menurutnya, dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama ‘pembuangan’ sampah tersebut, Pemerintah Kota Serang menerima buangan sampah dari Kota Tangerang Selatan sebanyak 400 ton perhari, dengan nilai retribusi sebesar Rp175 ribu perton.

Padahal kawasan TPSA Cilowong masih rawan longsor. Dahulu pada  Selasa (1/1/2019) pernah terjadi bencana longsor yang menelan dua orang korban jiwa yang sampai saat ini masih belum juga ditemukan.

“Dan lagi belum optimalnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah tersebut sehingga perlu adanya pembenahan terkait pengelolaan sampah di TPSA Cilowong agar warga yang berada di sekitar TPSA Cilowong merasa aman dan tenang menerima kiriman 400 ton sampah per hari dari Tangsel,” katanya melalui rilis yang diterima redaksi Centralnews.co.id, Senin (1/11/2021).

Lebih lanjut, Idan Wildan meminta kepada Pemkot Serang untuk benar-benar memperhatikan dulu pembenahan sarana prasarana dan pengelolaan di TPSA Cilowong sebelum melanjutkan kembali kerja sama pembuangan sampah dari Tangsel ke Serang.

Loading...

 “Pada prinsipnya saya  lebih menyarankan Pemkot Serang untuk membenahi terlebih dahulu pengelolaan sampah yang ada di Kota Serang dengan berkolaborasi bersama pihak lain yang peduli tentang sampah,” tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta  Pemkot Serang untuk mengkaji ulang kembali terkait pembuangan sampah Tangsel ke Kota Serang tepatnya ke TPSA Cilowong.

“Karna menurut saya sarana prasarana  dan pengelolaan sampah di TPAS Cilowong  saja masih belum maksimal dan perlu dibenahi” Kata Wildan.” Tutupnya. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here