Rp 1,3 Miliar Donasi Diterima, Agam Rinjani Borong Peralatan Penyelamatan

Abd Haris Agam atau yang akrab dikenal Agam Rinjani dan Pendiri Consina Disyon Toba, saat acara bincang-bincang bersama Consina di Toraja Coffee House Jakarta, Sabtu (28/6/2025). (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – Nama Abdul Haris Agam, atau yang akrab disapa Agam Rinjani, kini tak asing lagi di telinga para pendaki dan relawan.

Rescuer sekaligus pemandu gunung yang bermarkas di kaki Rinjani itu baru saja menerima donasi sebesar Rp 1,3 miliar dari warganet Brasil, hasil penggalangan dana melalui platform Vooa Vaquinha.

Dana tersebut, menurut Agam, langsung diarahkan untuk melengkapi kebutuhan tim rescue yang selama ini bekerja dengan alat seadanya.

“Kami sudah mulai membeli beberapa alat, termasuk pakaian teknis dan perlengkapan evakuasi. Semua agar lebih siap saat menghadapi operasi penyelamatan,” kata Agam, Jumat (18 Juli 2025).

Agam mengakui, sebelum sampai ke tangannya, dana sempat terpotong pajak oleh otoritas negara asal.

Meski begitu, ia memastikan setiap rupiah yang diterima akan dimaksimalkan untuk kebutuhan evakuasi dan kegiatan sosial di Gunung Rinjani.

“Memang ada potongan negara, tapi sisanya akan tetap kami manfaatkan. Apa yang belum terbeli, nanti kami lengkapi,” ujarnya.

Tak hanya untuk keperluan teknis, Agam juga berencana mengalokasikan sebagian dana untuk kegiatan penghijauan dan ritual adat khas Lombok.

Salah satunya adalah prosesi Ngasuh Gunung, semacam ritual permohonan keselamatan yang biasa digelar pascakejadian meninggal dunia di kawasan Rinjani.

“Ritual seperti ini penting bagi kami. Biasanya butuh biaya cukup besar untuk membeli kerbau dan kebutuhan adat lainnya,” kata Agam.

Meski sebagian kecil dana akan digunakan untuk keperluan pribadi, Agam menegaskan hal itu tetap berkaitan erat dengan misi penyelamatan.

Ia menyebut adanya kebutuhan dana darurat yang tak bisa dihindari saat terjun langsung ke medan.

“Tidak mungkin setiap kali rescue saya harus minta ongkos ojek atau logistik. Butuh kecepatan dan kesiapan. Jadi perlu ada dana simpanan agar semua bisa berjalan cepat,” tuturnya.

Agam mengungkapkan, harga satu set peralatan penyelamatan untuk satu orang rescuer bisa mencapai Rp 180 juta. Dengan kondisi tersebut, dana yang diterima pun masih jauh dari kata cukup untuk melengkapi seluruh kebutuhan tim.

“Kalau dihitung-hitung, satu set lengkap bisa hampir Rp 180 juta. Sementara kami di sini banyak. Jadi Rp 1,3 miliar itu belum cukup kalau ingin semua alat benar-benar lengkap,” ujarnya.

Meski begitu, Agam tetap bersyukur atas dukungan luar biasa dari masyarakat internasional, khususnya warganet Brasil yang mengenalnya lewat unggahan-unggahan terkait aktivitas penyelamatan di Rinjani.

“Uang dari Rinjani akan kembali untuk Rinjani,” pungkasnya. (Ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *