PALOPO, TEKAPE.co – Motif pemukulan yang dialami oleh Ketua PP Pemuda Merah Putih, Wahyuddin Djafar akhirnya terkuak.
Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf, mengungkapkan bahwa motif pemukula tersebut dipicu rasa sakit hati sebab Wahyuddin Djafar salah satu aktivis yang paling getol mendukung ditutupnya Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Palopo.
“Dari keterangan kedua pelaku merasa sakit hati. Wahyuddin Djafar adalah salah satu aktivis yang membantu dan mendukung ditutupnya sejumlah tempat hiburan malam (THM),” terangnya, Kamis 16 Agustus 2018.
Ardy Yusuf juga membeberkan bahwa kedua pelaku adalah pekerja di THM, semenjak THM itu ditutup keduanya merasa kesulitan mencari nafkah bahkan sulit mendapat pekerjaan lagi.
THM yang ditutup karena tidak mengantongi izin menjual minuman keras golongan tertentu sejak Oktober 2017 hingga sekarang.
“Sekali lagi ini pengakuan pelaku saat diperiksa. Mereka sakit hati karena aktivis bernama Wahyu selalu mendukung untuk ditutupnya THM,” bebernya.
Pelaku yang sempat berbicara, mengatakan bahwa selama ini, para pelaku selalu adu mulut dengan para keluargannya, karena telah kehilangan pekerjaan.
“Kaumi Wahyu yang kasih pecah piringku sampai pisah sama istriku dan kaumi yang kasih hilang pekerjaanku karena ditutup itu THM,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua PP Pemuda Merah Putih Kota dianiaya oleh dua orang bernama Hartono alias Andra (34) dan Herdi Lili alias Oca (34).
Korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan telunjuk jari tangan kanan luka akibat pukulan batu. Saat ini korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Atmedika Palopo. Rencananya hari ini akan menjalani operasi.
Sementara itu pelaku masih berada di Mapolres Palopo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (rindhu)










