PALOPO, TEKAPE.co — Pelaksanaan Dies Natalis ke-19 Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Andi Djemma (Unanda), Sedikit berbeda dari sebelumnya. Panitia menghadirkan Ketua Senat Pertama, Lukman. Kehadirannya disambut hangat mahasiswa yang memadati gedung pertemuan Islamic Center Palopo, Sabtu 7 Oktober 2017.
“Perlu saya sampaikan bahwa di tengah-tengah kita hadir Ketua Senat pertama Faperta, kakanda Lukman. Beliau hadir bersama kita untuk menyaksikan bagaimana kita semua merayakan Milad ke-19 Faperta, sekaligus menyaksikan malam inaugurasi persembahan adik-adik mahasiswa,” ujar Presiden BEM Faperta, Iswan.
Iswan menambahkan, eksistensi sebuah organisasi kemahasiswaan tidak terlepas dari peranan para alumni yang lebih dulu mengelola organisasi dengan segala keterbatasan. “Ingat, kita tidak bisa berlembaga tanpa mempelajari pengalaman para kakak kita yang lebih awal telah menyempurnakan organisasi ini. Untuk itu, menjadi kebanggaan kita semua kakanda Lukman bisa hadir bersama kita,” terang Iswan. Lukman sendiri usai acara mengaku bangga dan bahagia bisa hadir di acara milad Faperta. “Tentunya saya bangga dan bahagia bisa hadir di acara ini. Terimakasih kepada para dosen, teristimewa adik-adik mahasiswa,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Wakil Rektor Irman Halid, mengatakan, jika ingin memajukan Unanda, khususnya Pertanian, maka seluruh komponen di dalamnya harus menerapkan filosofis nama besar yang melekat di perguran tinggi tersebut.
“Kalau ingin memajukan Unanda, maka kita harus menerapkan filosofis nama besar Andi Djemma. Perjuangan beliau yang berjuang tanpa kenal lelah harus bisa menginspirasi kita untuk berjuang seperti beliau guna menata masa depan yang lebih baik lagi,” ujar Irman.
Sebelumnya, Wakil Dekan Faperta, Intisari, dalam sambutannya mengajak seluruh komponen di Faperta untuk terus mengasah diri meningkatkan kualitas. Karena menurutnya, usia Faperta yang sudah menginjak angka 19 menuntut adanya perbaikan kualitas. “Usia Faperta tidak muda lagi. Olehnya itu, di usia yang ke-19 tahun peningkatan kualitas menjadi sebuah keharusan. Caranya, semua komponen yang ada di dalamnya harus saling bersinergi tanpa harus ada yang menonjolkan diri,” ucap Intisari.
Intisari beranalogi, sebuah bangunan dapat berdiri kokoh karena komponennya saling mendukung dan menguatkan satu sama lain.
“Sebuah rumah bisa berdiri kokoh karena ada komponen-komponen di dalamnya yang saling bersinergi, tidak saling menonjolkan. Batu bata tidak lebih penting dari pasir. Pasir juga tidak lebih penting dari semen. Semuanya bersinergi. Nah, kita ingin seluruh komponen di Faperta ini bisa seperti itu. Tidak perlu melihat orang lain dengan lebih rendah karena yang mengokohkan kita adalah sinergitas,” pungkas Intisari.
Perayaan Milad ke-19 Faperta sendiri berlangsung penuh kekeluargaan. Ratusan mahasiswa terlihat antusias menyaksikan satu demi satu rangkaian kegiatan yang mengisi milad yang juga dirangkaikan dengan malam inaugurasi tersebut. Acara ditandai pemotongan tiga buah nasi tumpeng. Irman Halid, Intisari dan Lukman didaulat melakukan pemotongan nasi tumpeng. Nasi tumpeng yang telah dipotong diberikan kembali kepada para dosen yang hadir. Yang berbeda nasi tumpeng Lukman diberikan kepada Presiden BEM Iswan. Usai pemotongan nasi tumpeng, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni oleh mahasiswa Faperta. (LH)










