Panduan Mengajukan Visa Schengen Untuk Keliling Eropa Bagi Pemegang Paspor Indonesia Terbaru

Menjelajahi keindahan benua Eropa kini menjadi impian yang semakin mudah diwujudkan bagi warga negara Indonesia. Dengan satu Visa Schengen, Anda memiliki akses untuk mengunjungi 29 negara anggota di kawasan tersebut tanpa harus mengurus izin masuk terpisah di setiap perbatasan. Memasuki tahun 2026, terdapat beberapa pembaruan kebijakan yang perlu dipahami agar proses permohonan berjalan lancar dan peluang persetujuan semakin besar.

Memahami Aturan Negara Tujuan Utama

Langkah paling krusial dalam memulai prosedur ini adalah menentukan negara mana yang akan menjadi otoritas penerbit visa Anda. Aturan dasarnya tetap sama: Anda harus mengajukan permohonan melalui kedutaan atau pusat aplikasi visa dari negara yang menjadi tujuan utama perjalanan. Jika Anda berencana mengunjungi beberapa negara dengan durasi tinggal yang sama, maka ajukanlah ke negara pertama yang akan Anda masuki di wilayah Schengen. Ketepatan dalam memilih lokasi pengajuan ini sangat menentukan validitas dokumen dan menghindari risiko penolakan di tahap awal.

Persiapan Dokumen dan Syarat Finansial Terbaru

Kelengkapan dokumen adalah kunci utama keberhasilan aplikasi. Pastikan paspor Anda memiliki masa berlaku minimal enam bulan sebelum rencana keberangkatan. Dokumen wajib lainnya meliputi formulir aplikasi yang diisi secara daring, pas foto biometrik terbaru, serta bukti akomodasi dan tiket pesawat pulang-pergi. Di tahun 2026, otoritas imigrasi semakin ketat dalam memeriksa bukti keuangan. Anda disarankan melampirkan rekening koran tiga bulan terakhir dengan saldo yang mencerminkan kemampuan finansial minimal sekitar €100 atau setara dengan 1,7 juta Rupiah per hari selama masa tinggal di Eropa. Selain itu, asuransi perjalanan dengan cakupan medis minimal €30.000 wajib dimiliki dan harus berlaku di seluruh area Schengen.

Keuntungan Kebijakan Visa Cascade bagi WNI

Kabar baik bagi pemegang paspor Indonesia yang sudah sering bepergian ke Eropa adalah penerapan sistem “Visa Cascade”. Kebijakan ini memungkinkan wisatawan dengan riwayat perjalanan yang baik untuk mendapatkan visa multiple entry dengan masa berlaku yang lebih panjang, bahkan hingga lima tahun. Jika Anda telah menggunakan setidaknya dua visa Schengen dalam tiga tahun terakhir secara benar, peluang untuk mendapatkan durasi visa jangka panjang ini akan terbuka lebar. Hal ini tentu sangat efisien bagi pelancong reguler karena tidak perlu lagi mengulang proses aplikasi setiap kali ingin berkunjung ke Eropa.

Proses Janji Temu dan Biometrik

Setelah dokumen siap, langkah berikutnya adalah membuat janji temu melalui platform resmi seperti VFS Global atau TLScontact sesuai negara tujuan. Sangat disarankan untuk mengajukan permohonan paling cepat enam bulan atau setidaknya dua bulan sebelum tanggal keberangkatan guna menghindari antrean panjang pada musim liburan. Pada hari janji temu, Anda akan diminta melakukan pengambilan data biometrik berupa sidik jari dan foto wajah. Pastikan semua data yang diberikan konsisten dengan rencana perjalanan yang telah disusun agar proses verifikasi oleh pihak kedutaan dapat berjalan lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *