LUWU, TEKAPE.co – Warga Desa Pammesakang, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, mengeluhkan air irigasi yang meluap hingga menggenangi jalan desa. Kondisi itu kerap terjadi setiap kali hujan turun, dan mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas di jalur tersebut.
Kepala Desa Pammesakang, Kisman, mengatakan penyebab luapan itu karena saluran irigasi belum sampai di titik pembagian air, sehingga dibutuhkan pembangunan lanjutan.
Ia berharap pemerintah dapat melanjutkan pembangunan sekitar 300 meter lagi agar air mengalir sempurna ke area persawahan.
“Kalau disambung sampai titik pembagian air, tidak akan meluap ke jalan lagi. Air dari irigasi ini mengairi sekitar 40 hektare sawah di Pammesakang, dan bisa dimanfaatkan juga oleh petani di Desa Pabbaresseng yang jaraknya sekitar satu kilometer,” ujar Kisman, Senin, 27 Oktober 2025.
Menurut Kisman, jika pembangunan irigasi tersebut dilanjutkan tidak hanya akan meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga memperlancar aktivitas warga yang sering terganggu oleh genangan air di jalan.
Ia menambahkan, sebagian besar lahan pertanian di Kecamatan Bua masih mengandalkan sistem tadah hujan, sehingga keberadaan irigasi yang berfungsi optimal sangat dibutuhkan.
“Kalau irigasinya tuntas, manfaatnya besar sekali bagi petani. Hasil panen bisa meningkat, dan masyarakat tak lagi khawatir jalan tergenang setiap hujan,” kata dia. (*)












